Hubungi IGD & Ambulance

Cari Dokter

HUBUNGI KAMI
Jangan Anggap Remeh: Kenali Gondongan (Mumps) dan Cara Mencegahnya
Jangan Anggap Remeh: Kenali Gondongan (Mumps) dan Cara Mencegahnya
dr. Chelsea Priskilla

Gondongan atau Mumps adalah penyakit yang sering dianggap sepele karena identik dengan pipi yang membengkak. Padahal, infeksi ini bisa menyebabkan komplikasi serius, terutama jika terjadi pada remaja dan orang dewasa. Mengenal penyakit ini lebih dalam membantu kita waspada dan mencegah penularannya.

 

Apa Itu Gondongan?

Gondongan adalah penyakit infeksi virus yang menyerang kelenjar parotis, yaitu kelenjar air liur terbesar yang terletak di bawah telinga. Penyakit ini sangat menular dan biasanya terjadi pada anak-anak, namun juga dapat menyerang orang dewasa.

Virus penyebab gondongan termasuk dalam kelompok Paramyxovirus, yang menyebar melalui droplet (percikan air liur), kontak dekat, atau berbagi alat makan.

 

Penyebab Gondongan

Penyakit ini disebabkan oleh virus Paramyxovirus. Penularan terjadi melalui:

·         Percikan ludah saat penderita batuk, bersin, atau berbicara

·         Menyentuh benda yang terkontaminasi air liur penderita, lalu menyentuh hidung dan mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

·         Berbagi minuman atau alat makan dengan penderita

·         Kontak dekat dalam ruangan tertutup (sekolah, kantor, rumah)

Virus masuk ke tubuh melalui hidung dan mulut, lalu berkembang biak di saluran napas sebelum menyebar ke kelenjar air liur.

 

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gondongan, yakni:

·         Belum mendapat vaksin MMR untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella

·         Berusia 2-12 tahun

·         Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya akibat menderita HIV/AIDS, menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, atau sedang dalam pengobatan kemoterapi

·         Tinggal atau berpergian ke daerah yang memiliki banyak kasus gondongan.

 

Gejala Gondongan

Gejala biasanya muncul 12-25 hari setelah terinfeksi virus. Tidak semua orang mengalami gejala berat, terutama anak-anak. Pada sebagian orang, gejala bahkan sangat ringan menyerupai gejala flu. Beberapa orang bahkan tidak mengalami gejala apa pun.

Gejala khas gondongan:

·         Pembengkakan pada kelenjar parotis (pipi tampak besar/bengkak)

·         Nyeri pada pipi atau rahang

·         Demam hingga 39°C

·         Sakit kepala

·         Tidak nafsu makan

·         Nyeri saat mengunyah atau menelan

·         Kelelahan dan pegal-pegal

Pada orang dewasa, gejala sering lebih parah dibandingkan anak-anak.

 

Diagnosis Gondongan

Sebagai penilaian awal, umumnya dilakukan wawancara medis dengan pasien atau orangtua pasien untuk mengetahui keluhan, gejala, dan riwayat kesehatan serta vaksin. Dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk melihat adanya pembengkakan khas pada kelenjar parotis dan gejala-gejala yang dialami oleh pasien.

Untuk memastikan diagnosis mumps, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan laboratorium seperti tes PCR dan tes antibody IgM/IgG untuk mengidentifikasi keberadaan virus penyebab mumps serta antibodinya di dalam darah. Terutama pada kasus yang tidak

 

Komplikasi Gondongan

Walaupun kebanyakan kasus sembuh total, mumps dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada remaja dan dewasa. Pada laki-laki, umumnya dapat menyebabkan peradangan pada testis (Orchitis), yakni berupa rasa nyeir hebat pada buah zakar. Pada perempuan, dapat menyebabkan peradangan ovarium atau indung telur (Oophoritis).

Komplikasi lainnya juga dapat menyebabkan peradangan selaput otak (Meningitis), peradangan pada jaringan otak (Ensefalitis), peradangan pada pancreas (Pankreatitis).

Anak yang sudah menerima vaksin umumnya mengalami gondongan tanpa komplikasi berarti. Sebaliknya, pada anak yang belum divaksin dan tidak segera mendapat perawatan, mumps bisa memengaruhi berbagai organ penting, termasuk testis, indung telur, pankreas, dan otak.

 

Pengobatan Gondongan pada Anak

Mumps disebabkan oleh virus sehingga tergolong sebagai penyakit yang dapat pulih dengan sendirinya. Tidak ada pengobatan spesifik untuk menghilangkan virus tersebut, namun sejumlah metode perawatan dapat diterapkan pada anak guna membantu mengurangi keluhan dan mencegah komplikasi. Di antaranya adalah:

·         Istirahat cukup

·         Kompres hangat atau dingin pada area bengkak

·         Minum banyak air

·         Konsumsi makanan lembut untuk mengurangi nyeri saat mengunyah

·         Hindari konsumsi makanan yang pedas dan asam, karena dapat memperburuk rasa nyeri

·         Obat penurun demam dan nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen (sesuai dengan resep dokter)

Penderita dianjurkan isolasi minimal 5 hari setelah bengkak muncul untuk mencegah penularan.

 

Pencegahan Gondongan pada Anak

Pencegahan terbaik Mumps pada anak ialah dengan melakukan pemberian vaksin MMR sesuai jadwal imunisasi yang dianjurkan. Vaksin MMR merupakan vaksin kombinasi yang berfungsi melindungi anak dari tiga jenis penyakit, yaitu campak (measles), gondongan (mumps), dan rubella.

Menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin MMR diberikan dalam dua dosis: dosis pertama pada usia 15–18 bulan dan dosis kedua pada usia 5–7 tahun.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri Anda atau anak Anda ke dokter jika muncul gejala-gejala Mumps seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Penanganan yang cepat dapat membantu menccegah terjadinya komplikasi.

Anda juga perlu segera mencari pertolongan medis apabila gejala yang timbul semakin berat, seperti:·         Istirahat cukup

·         Mata tampak merah

·         Leher terasa kaku

·         Sakit kepala hebat

·         Rasa mengantuk yang berat

·         Penurunan kesadaran atau pingsan

·         Muntah

·         Kejang

Kembali