Jangan Anggap Remeh: Kenali Gondongan (Mumps) dan Cara Mencegahnya
Gondongan atau Mumps adalah penyakit yang sering dianggap sepele karena identik dengan
pipi yang membengkak. Padahal, infeksi ini bisa
menyebabkan komplikasi serius, terutama jika
terjadi pada remaja dan orang dewasa. Mengenal penyakit ini lebih dalam
membantu kita waspada dan mencegah penularannya.
Apa Itu Gondongan?
Gondongan adalah penyakit infeksi
virus yang menyerang kelenjar parotis, yaitu
kelenjar air liur terbesar yang terletak di bawah telinga. Penyakit ini sangat menular dan biasanya terjadi
pada anak-anak, namun juga dapat menyerang orang dewasa.
Virus penyebab gondongan termasuk dalam kelompok Paramyxovirus, yang menyebar
melalui droplet (percikan air liur), kontak dekat, atau berbagi alat makan.
Penyebab Gondongan
Penyakit ini disebabkan oleh virus Paramyxovirus. Penularan
terjadi melalui:
·
Percikan ludah saat penderita
batuk, bersin, atau berbicara
·
Menyentuh benda yang
terkontaminasi air liur penderita, lalu menyentuh hidung dan mulut tanpa
mencuci tangan terlebih dahulu.
·
Berbagi minuman atau alat makan
dengan penderita
·
Kontak dekat dalam ruangan
tertutup (sekolah, kantor, rumah)
Virus masuk ke tubuh melalui hidung dan mulut, lalu
berkembang biak di saluran napas sebelum menyebar ke kelenjar air liur.
Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan
risiko seseorang terkena gondongan, yakni:
·
Belum mendapat vaksin MMR untuk
mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella
·
Berusia 2-12 tahun
· Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya akibat menderita HIV/AIDS, menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, atau sedang dalam pengobatan kemoterapi
·
Tinggal atau berpergian ke
daerah yang memiliki banyak kasus gondongan.
Gejala Gondongan
Gejala biasanya muncul 12-25
hari setelah terinfeksi virus. Tidak semua
orang mengalami gejala berat, terutama anak-anak. Pada sebagian orang, gejala
bahkan sangat ringan menyerupai gejala flu. Beberapa orang bahkan tidak
mengalami gejala apa pun.
Gejala khas gondongan:
·
Pembengkakan pada
kelenjar parotis (pipi tampak besar/bengkak)
·
Nyeri pada pipi atau rahang
·
Demam hingga 39°C
·
Sakit kepala
·
Tidak nafsu makan
·
Nyeri saat mengunyah atau
menelan
·
Kelelahan dan pegal-pegal
Pada orang dewasa, gejala sering lebih parah dibandingkan
anak-anak.
Diagnosis Gondongan
Sebagai penilaian awal, umumnya dilakukan wawancara
medis dengan pasien atau orangtua pasien untuk mengetahui keluhan, gejala, dan
riwayat kesehatan serta vaksin. Dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk
melihat adanya pembengkakan khas pada kelenjar parotis dan gejala-gejala yang
dialami oleh pasien.
Untuk memastikan diagnosis mumps, dokter juga dapat
melakukan pemeriksaan laboratorium seperti tes PCR dan tes antibody IgM/IgG untuk
mengidentifikasi keberadaan virus penyebab mumps serta antibodinya di dalam
darah. Terutama pada kasus yang tidak
Komplikasi Gondongan
Walaupun kebanyakan kasus sembuh total, mumps dapat menyebabkan
komplikasi serius, terutama pada remaja dan dewasa. Pada laki-laki, umumnya
dapat menyebabkan peradangan pada testis (Orchitis), yakni berupa rasa nyeir
hebat pada buah zakar. Pada perempuan, dapat menyebabkan peradangan ovarium
atau indung telur (Oophoritis).
Komplikasi lainnya juga dapat menyebabkan peradangan selaput otak
(Meningitis), peradangan pada jaringan otak (Ensefalitis), peradangan pada
pancreas (Pankreatitis).
Anak yang sudah menerima vaksin umumnya mengalami gondongan
tanpa komplikasi berarti. Sebaliknya, pada anak yang belum divaksin dan tidak
segera mendapat perawatan, mumps bisa memengaruhi berbagai organ penting,
termasuk testis, indung telur, pankreas, dan otak.
Pengobatan Gondongan pada Anak
Mumps disebabkan oleh virus sehingga tergolong sebagai
penyakit yang dapat pulih dengan sendirinya. Tidak ada pengobatan spesifik untuk
menghilangkan virus tersebut, namun sejumlah metode perawatan dapat diterapkan
pada anak guna membantu mengurangi keluhan dan mencegah komplikasi. Di
antaranya adalah:
·
Istirahat cukup
·
Kompres hangat atau dingin pada
area bengkak
·
Minum banyak air
·
Konsumsi makanan lembut untuk
mengurangi nyeri saat mengunyah
·
Hindari konsumsi makanan yang
pedas dan asam, karena dapat memperburuk rasa nyeri
·
Obat penurun demam dan nyeri
seperti paracetamol atau ibuprofen (sesuai
dengan resep dokter)
Penderita dianjurkan isolasi
minimal 5 hari setelah bengkak muncul untuk
mencegah penularan.
Pencegahan Gondongan pada Anak
Pencegahan terbaik Mumps pada anak
ialah dengan melakukan pemberian vaksin MMR sesuai jadwal imunisasi yang
dianjurkan. Vaksin MMR merupakan
vaksin kombinasi yang berfungsi melindungi anak dari tiga jenis penyakit, yaitu
campak (measles), gondongan (mumps), dan rubella.
Menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI), vaksin MMR diberikan dalam dua dosis: dosis pertama pada usia
15–18 bulan dan dosis kedua pada usia 5–7 tahun.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri Anda atau anak Anda ke dokter
jika muncul gejala-gejala Mumps seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Penanganan yang cepat dapat membantu menccegah terjadinya komplikasi.
Anda juga perlu segera mencari pertolongan medis apabila gejala yang timbul semakin berat, seperti:· Istirahat cukup
· Mata tampak merah
· Leher terasa kaku
· Sakit kepala hebat
· Rasa mengantuk yang berat
· Penurunan kesadaran atau pingsan
· Muntah
· Kejang

Hubungi IGD & Ambulance
Cari Dokter
Paket & Promo